Poltabes Bandung Amankan Puluhan Anak Genk Motor

BANDUNG. Suararadarcakrabuana.com  – Polrestabes Bandung mengamankan puluhan remaja dan anak di bawah umur yang diduga anggota geng motor.

Geng motor yang terdiri dari Albatros dan Lavendros ini hendak berbuat onar di Jalan Terusan Jakarta – Antapani, Kota Bandung pada Minggu (23/11/2025) dini hari

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin mengatakan, anggota kelompok bermotor yang diamankan ini berjumlah 25 orang.  Mereka diamankan di sekitar Jalan Terusan Jakarta, saat hendak berbuat keonaran.

“Pada saat tim gabungan patroli Polrestabes Bandung melaksanakan patroli di Jalan Cihampelas, Antapani, dan sekitar terminal, kami mendapatkan sakit 25 orang berandal bermotor yang langsung ditangkap oleh prabu,” kata Asep saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Minggu (23/11/2025).

Baca jiuga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pemuda-19-tahun-sadis-bantai-irt-pelaku-diamankan-polisi/

Dalam penangkapan anggota geng motor ini, para remaja juga kedapatan membawa senjata tajam jenis badig hingga pisau berukuran besar.

“Adapun yang diamankan tadi malam sampai pagi hari adalah geng motor atau berandalan bermotor Albatros, Lapendros, dan beberapa lagi yang lainnya,” ujarnya.

“Kami sekarang akan melakukan pendalaman penyelidikan lebih lanjut terkait tindak pidana, akan kami tindaklanjuti dengan aturan yang berlaku,” lanjutnya.

Asep menjelaskan, para remaja ini diamankan saat sedang berkeliling dan melakukan penyerangan kepada warga yang sedang nongkrong di daerah Jalan Antapani.

Karena perbuatannya sudah meresahkan, para warga ini lalu melaporkan ke polisi, dan tim prabu Polrestabes Bandung langsung datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku geng motor.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/insiden-bentrok-matel-dan-ormas-memanas-di-cengkareng-jakbar/

“Mereka melakukan rolling dan menyerang baik terhadap warga dan masyarakat yang sedang nongkrong, dan mereka juga ada niatan untuk bentrok dari kelompok lain, sehingga warga pun menjadi kesal dan melakukan perlawanan terhadap geng motor ini,” tuturnya.

Adapun anggota geng motor yang diamankan ini didominasi para pelajar tingkat SMP dan SMA.

“Rata-rata mereka berusia 14, 15, 16, dan 17 tahun,” imbuhnya.

Menurut Asep  setelah diamankan, para pelajar akan didata terlebih dahulu. Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan terhadap para pelajar yang terlibat sebagai anggota geng motor.

“Untuk membuat mereka jera tentunya kami komit untuk memberitahukan kepada lingkungan RT RW akan kami panggil, dan kepala sekolah kami panggil, termasuk orangtua atau walinya,” terangnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polda-jabar-gelar-apel-kamtibmas-bersama-buruh/

“Supaya mereka tahu bahwa di lingkungan RW mereka ada berandalan bermotor di sekolah juga terlihat geng motor dan di keluarganya juga mereka adalah anak yang perlu diperhatikan karena mereka sudah meresahkan masyarakat,” sambungnya.

Salah seorang pelajar yang diamankan AT (14 tahun) mengaku ia hanya diajak oleh teman-temannya saat sedang membeli obat di apotek di kawasan Cicadas.

AT yang pergi ke apotek pada pukul 02.00 WIB dini hari itu pergi diajak untuk ikut berkeliling. Ia menyebut jika ini adalah yang pertama kalinya dan berjanji tidak akan mengulangi.

“Saya lagi mau beli obat di apotek 24 jam jam 2, terus diajakin. Jadi nggak tau apa-apa, saya cuma diajak saja,” kata AT

Redaksi ; Wonk Alit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!