BEKASI, Suararadarcakrabuana.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Setu mengungkap sosok di balik pengiriman sampah cacahan uang rupiah kertas yang ditemukan di tempat pembuangan sampah (TPS) liar Kampung Serang, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah mengatakan, sampah cacahan uang tersebut diangkut ke lokasi oleh seorang pemilik armada berinisial Kentus.
“Yang membawa sampah ke sini itu Kentus. Dia hanya pemilik armada yang mengangkut sampah ke lokasi,” ujar Usep kepada awak media, (6/2/2026).
Usep menjelaskan, pihak kepolisian telah memeriksa Kentus untuk mendalami asal-usul cacahan uang rupiah tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Kentus diketahui memperoleh sampah itu dari seseorang berinisial F. Temuan Tengkorak di Sebuah Rumah di Duren Sawit, Uji Forensik Dilakukan.
“Asal-usulnya sementara masih dalam pendalaman. Kentus ini mendapatkan sampah tersebut dari seorang pria dengan inisial F yang bekerja di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bantargebang,” kata Usep.
Hingga kini, polisi masih menunggu arahan resmi dari Bank Indonesia (BI) terkait penanganan sisa cacahan uang yang masih berada di TPS liar tersebut.
“Kami menunggu petunjuk dari BI apakah yang masih di lokasi nanti akan diangkut kembali. Namun, 21 karung yang saat ini diamankan di polsek akan kami serahkan ke Bank Indonesia,” ujar Usep.
Usep menegaskan, penemuan cacahan uang rupiah kertas tersebut merupakan kejadian pertama yang terjadi di wilayah hukum Polsek Setu.
“Ini baru pertama kali terjadi. Untuk keberadaannya dan asal-usulnya masih terus kami dalami berdasarkan keterangan yang ada,” katanya.
Ia menjelaskan, pemilik lahan TPS liar tidak mengetahui isi karung-karung tersebut sejak awal. Selama ini, lahan tersebut dimanfaatkan untuk menampung sampah rumah tangga yang kemudian disortir guna memilah material yang masih memiliki nilai ekonomis.
“Pemilik lahan ini sebenarnya tidak tahu isi karung-karung itu apa. Karena selain menampung karung, lokasi itu juga digunakan untuk menampung sampah rumah tangga yang kemudian disortir,” ujar Usep.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Bank Indonesia, pemusnahan uang dilakukan secara rutin setiap tahun dan telah diatur dalam prosedur operasional standar (SOP) tertentu. Terkait temuan ini, BI juga tengah melakukan investigasi internal.
“Dari BI disampaikan bahwa pemusnahan uang memang dilakukan setiap tahun dan sudah ada SOP-nya. Namun terkait temuan ini, pihak BI juga sedang melakukan investigasi secara internal,” kata Usep.
Usep menambahkan, perwakilan dari Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia telah turun langsung ke lokasi dan melakukan pengecekan. Hasilnya, BI memastikan bahwa cacahan uang yang ditemukan merupakan uang rupiah asli yang berasal dari limbah pemusnahan resmi Bank Indonesia.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pergantian-kapolri-dinilai-hak-prerogatif-presiden/
“Dari Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia sudah hadir untuk memastikan bahwa barang itu benar limbah hasil pemusnahan dari Bank BI,” ujar Usep.
Polsek Setu juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Bank Indonesia dan Badan Intelijen Negara (BIN), untuk memastikan status dan keaslian cacahan uang tersebut.
“Hasil koordinasi menyatakan bahwa itu benar sampah atau limbah hasil pemusnahan dari Bank BI,” katanya.
Untuk kepentingan penyelidikan dan menjaga keamanan, polisi melakukan pengamanan di sekitar lokasi TPS liar tersebut.
“Saat ini kami mengamankan lokasi untuk pendalaman dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Sejumlah pecahan uang terlihat tercecer di permukaan tanah, mulai dari pecahan Rp 2.000, Rp 50.000, hingga Rp 100.000. Cacahan uang tersebut dipotong sangat halus dengan ukuran sekitar 2–5 milimeter dan dikemas dalam karung berwarna putih.
Usep menambahkan, Bank Indonesia belum dapat memastikan jumlah total cacahan uang yang sempat tercecer di lokasi tersebut karena diduga sudah berada di TPS liar sejak sekitar enam bulan lalu.
Namun demikian, sebanyak 21 karung telah diamankan di Polsek Setu, sementara sekitar tujuh karung masih berada di lokasi TPS liar dan menunggu tindak lanjut dari pihak Bank Indonesia.
Wonk Alit/ SRC




