16 Kepala Daerah Era Prabowo Tersandung Kasus Korupsi

Jakarta. Suararadarcakrabuana.com -Para kepala daerah yang dilantik secara serentak pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025-2030.  Kini Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menambah daftar kepala daerah era Prabowo Subianto yang tersandung kasus dugaan korupsi.

Sebanyak 16 kepala daerah di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tersandung kasus dugaan korupsi sejak Agustus 2025 hingga Juli 2026.

Kepala daerah pertama di era Prabowo yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis pada 7-8 Agustus 2025.

KPK membeberkan dugaan penerimaan commitmen fee yang diterima terkait proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur. Sedangkan yang terbaru Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini terjaring KPK pada Senin (20/7/2026), belum ada penjelasan mengenai kasus korupsi apa yang diduga menjerat Lalu Ahmad Zaini.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kpk-buka-suara-penyebab-banyak-kepala-daerah-korupsi/

Berikut daftar 16 kepala daerah era Presiden Prabowo yang terkena OTT KPK:

  1. Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis (7-8 Agustus 2025)
  2. Gubernur Riau, Abdul Wahid (3 November 2025)
  3. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (7 November 2025)
  4. Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya (9-10 Desember 2025)
  5. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang (18 Desember 2025)
  6. Wali Kota Madiun, Maidi (19 Januari 2026)
  7. Bupati Pati, Sudewo (19 Januari 2026)
  8. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (3 Maret 2026) 
  9. Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari (9 Maret 2026)
  10. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman (13 Maret 2026)
  11. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (10 April 2026)
  12. Bupati Muara Enim, Edison (8 Juni 2026)
  13. Bupati Kuansing, Suhardiman Amby (30 Juni 2026)
  14. Bupati Langkat, Syah Afandin (2 Juli 2026)
  15. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (9 Juli 2026)
  16. Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (20 Juli 2026)

16 kepala daerah di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Agustus 2025. 

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini diketahui merupakan politisi PAN.Ia terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025-2030.

Ia terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI DPW PAN NTB di Hotel Lombok Garden Mataram, Sabtu, 26 April 2025 untuk menggantikan Ketua DPW PAN NTB sebelumnya, Muazzim Akbar, yang menjabat hingga 15 tahun.

Dari 16 kepala daerah yang terjaring OTT KPK, tiga di antaranya berasal dari PDI Perjuangan (PDIP) dan PAN. Sementara Gerindra, Golkar, PKB, dan NasDem, masing-masing ‘menyumbang’ dua koruptor. Selin itu ada dua orang berstatus tanpa partai saat OTT dilakukan.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/imbas-bupati-kena-ott-tugas-dprd-menjadi-sorotan-publik/

PDI Perjuangan/PDIP:

  1. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko
  2. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang
  3. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani

Partai Amanat Nasional/PAN:

  1. Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari
  2. Bupati Langkat, Syah Afandin
  3. Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini

Partai Gerindra:

  1. Bupati Pati, Sudewo
  2. Bupati Kuansing, Suhardiman Amby

Partai Kebangkitan Bangsa/PKB:

  1. Gubernur Riau, Abdul Wahid
  2. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman

Partai Golkar:

  1. Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya
  2. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq

Partai NasDem:

  1. Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis
  2. Bupati Muara Enim, Edison

Tidak Berpartai:

  1. Wali Kota Madiun, Maidi
  2. Gatut Sunu Wibowo (mantan PDIP, belum resmi gabung Gerindra)

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/prabowo-tegaskan-semua-aparat-introspeksi-diri-stop-korupsi/

Baru – baru Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini terjaring OTT KPK pada Senin (20/7/2026). Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi giat operasi senyap di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

“Benar,” ucap Fitroh Rohcahyanto.

Dalam OTT ini, KPK menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat, ruangan sasaran penyidik tersebut berada di lantai dua komplek perkantoran Giri Menang di Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Kabupaten Lombok Barat merupakan satu di antara 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas wilayah 923,06 kilometer persegi.  Luas Wilayah Definitif sesuai Surat Badan Informasi Geospasial No. B-8.31/PBW-BIG/IGD.04.04/6/2021 Tanggal 8 Juni 2021.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/solusi-kpk-agar-kepala-daerah-tak-lagi-korupsi/

Kecamatan Gerung merupakan Ibu kota Kabupaten sekaligus sebagai pusat pemerintahan, yang mempunyai luas wilayah +62,30 kilometer persegi.

Secara geografis, Lombok Barat berbatasan dengan Selat Lombok dan Kota Matarm di sebelah Barat. Di sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Lombok Tengah, sisi Selatan berbatasan dengan Samudra Hinda, dan Kabupaten Lombok Utara di sebelah Utara.

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!