Kota Bandung Pagi Ini, Diguncang Gempa 2.7 Magnitudo

Kota Bandung. Suararadarcakrabuana.com –  Dilaporkan telah terjadi gempa bumi berpusat di wilayah timur Kota Bandung, Jumat 30 Januari 2026. Gempa bumi berpusat di darat katagori gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 2.7.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaWilayah II Tanggerang (BBMKG Wilayah II) melalui media sosialnya Instagram @bmkgwilayah2  melaporkan  hari Jumat, 30 Januari 2026 pukul 05.13:54 WIB, wilayah Kota Bandung Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=2,7,” kata Kepala BBMKG Wilayah II Tanggerang Dr Hartanto ST MM.” ujarnya (30/1/2026)

Disampaikan Hartanto bahwa pusat gempa bumi berada  pada koordinat 6.88 derajat Lintang Selatan dan 107.79 derajat Bujur Timur. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 kilometer arah Timur pusat Kota Bandung Jawa Barat di Kecamatan Sumur Bandung pada kedalaman 5 kilometer.

Baca Juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kabupaten-bekasi-kembali-di-guncang-gempa-tektonik/

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa bumi akibat aktivitas sesar aktif,” kata Hartanto. (30/1/2026)

Sementara dampak gempa bumi berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Sukasari, Tanjungsari, Cileunyi, Cilengkrang, Cimeyan dengan Skala Intensitas II hingga III MMI.

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang – Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. Hingga pukul 05:46 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan,” tambah Hartanto.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kemensos-kirim-bantuan-untuk-warga-terdampak-bencana/

Hartanto mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi di Instagram atau Twitter (sekarang X),” pungkas Hartanto. (30/1/2026)

Wonk Alit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!