Jakarta. Suararadarcakrabuana.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan dari Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di Gedung Sekretariat Kabinet pada Jumat 21 November 2025 kemarin.
Momen pertemuan tersebut diunggah di akun Instagram resmi Seskab @sekretariat.kabinet.
Dalam unggahan tersebut, Marc, yang tepat satu tahun bertugas di Indonesia, melaporkan perkembangan kesepakatan dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Belanda pada September lalu.
“Dubes Gerritsen melaporkan progres berbagai hal yang telah disepakati dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Belanda pada September lalu, di antaranya peningkatan kerja sama strategis seperti bidang pangan, air, energi berkelanjutan, investasi, dan hilirisasi industri, yang selaras dengan prioritas Presiden Prabowo,” kata Teddy sebagaimana dikutip dari keterangan unggahan itu.
Selain melaporkan soal kerja sama antar-kedua negara, Gerrtisen melaporkan terkait rencana pengembalian artefak peninggalan sejarah Indonesia yang dibawa ke Belanda.
Dalam pertemuan itu, Dubes Belanda juga menyampaikan apresiasi dari Kerajaan Belanda atas kunjungan Prabowo sebelumnya dan sekaligus menyampaikan rencana kunjungan Kerajaan Belanda ke Indonesia.
“Dubes Gerritsen juga menyampaikan apresiasi Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima atas kunjungan singkat Presiden Prabowo ke Belanda serta menyampaikan rencana kunjungan Ratu Máxima ke Indonesia dalam waktu dekat ini, dalam kapasitasnya sebagai salah satu petinggi United Nations,” ujar Teddy.
Sebelumnya, Prabowo pernah mengungkapkan rencana lawatan Ratu Máxima ke Indonesia. Kunjungannya itu dalam rangka untuk berdiskusi tentang keuangan dengan para ahli di Indonesia.
“Kemudian Ratu (Belanda) juga seorang, ternyata seorang ahli keuangan, dan akan ke sini tanggal 25 November untuk diskusi sama ahli-ahli keuangan kita,” kata Prabowo usai lawatan luar negeri di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9).
Prabowo menyebut, Ratu Máxima akan membantu memberikan pandangan mengenai keuangan.
“Bagaimana untuk membantu keuangan rakyat yang belum mahir, belum pandai soal keuangan akan dibantu oleh PBB dan sebagainya,” pungkasnya.
Redaksi ; RS,SH/Wonk Alit




